Artikel GKJ Kronelan

Setiap orang tentu senang ketika mendengar atau mendapatkan kabar baik, yang bisa menumbuhkan kekuatan, semangat dan harapan hidup. Sayangnya, dalam kehidupan sekarang ini, justru beredar kabar- kabar yang tidak baik. Maraknya hoax (berita bohong) yang beredar di berbagai media sosial menjadi salah satu gambaran semakin banyaknya berita-berita yang “tidak baik”, berita-berita yang justru menimbulkan ketakutan, kecemasan, kekacauan, dan fitnah. Selain hoax, kita juga mendengar dan membaca banyak informasi atau kabar-kabar yang memprihatinkan. Kita tidak hanya merasa takut dan cemas, namun juga merasakan bahwa hidup ini seolah gelap. Kita sulit untuk melihat harapan yang indah di masa depan, kita sulit menemukan damai dalam hidup bersama.

Kehadiran dan karya Yesus ke dunia tidak menyampaikan hoax, tetapi kabar baik tentang Injil Kerajaan Allah. Kehadiran-Nya juga menjadi terang bagi manusia yang hidupnya berada dalam kegelapan. Hal ini nampak dalam firman Tuhan yang menjadi bacaan Injil Minggu ini, yaitu dari Matius. 4:13-23. Orang Israel menyebut wilayah Galilea sebagai daerah kafir. Lalu mengapa Yesus memilih Galilea? Kutipan dari nabi Yesaya pada Matius 4:15-16 setidaknya menjadi alasan utama Yesus pergi ke Galilea, bahwa orang-orang asing pun semenjak awal masuk dalam rencana penyelamatan Allah melalui Yesus.

Di Galilea itu pula Yesus memanggil murid-murid yang pertama, yaitu Simon, Andreas, Yakobus dan Yohanes yang saat itu sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka adalah penjala ikan atau nelayan. Jadi Matius dengan jelas menunjukkan bahwa yang dipilih serta diajak oleh Yesus untuk berkarya adalah nelayan. Mengapa nelayan? Banyak orang memiliki anggapan bahwa nelayan adalah kaum yang tak terpelajar, bukan orang terkemuka, dan berstatus sosial rendah. Meskipun demikian, Yesus berkenan memanggil dan memakai mereka untuk ikut serta dalam karya pelayanan-Nya.

Petrus, Andreas, Yakobus dan Yohanes, yang adalah nelayan dijadikan “penjala manusia”. Panggilan untuk menjadi penjala manusia ini adalah penggilan untuk ikut dalam karya pemberitaan Injil. Tetapi maknanya bukan kristenisasi. Menjadi penjala manusia berarti menebarkan “jala kasih Allah” dalam kehidupan ini, agar banyak orang merasakan kasih Allah dan menerima anugerah keselamatan dari Allah. Panggilan Tuhan untuk menjadi penjala manusia ini pun ditanggapi dengan sungguh-sungguh oleh Simon, Andreas, Yakobus dan Yohanes. Mereka segera meninggalkan perahu dan ayahnya lalu mengikut Yesus dan turut serta dalam tugas Pemberitaan Injil.

Kita semua sebagai pengikut Kristus juga dipanggil bersama-sama untuk berkarya memberitakan Injil. Gereja dan orang percaya dipanggil untuk melayani Tuhan dengan berjalan pada jejak langkah Kristus, yaitu memberitakan Injil Kerajaan Allah dalam realita kehidupan di dunia, di mana pun Tuhan menempatkan kita. Jadi kita pun dipanggil dari “penjala ikan” yang berkarya bagi kita sendiri, menjadi “penjala manusia” yang berkarya bagi Tuhan dan Kerajaan-Nya.

Bagaimana panggilan ini bisa kita penuhi? Apakah panggilan tersebut hanya bisa dilakukan oleh Pendeta atau Penginjil saja? Tentu tidak! Di tempat kita bekerja sekarang, kita dapat memberi ruang, menciptakan kondisi agar manusia dihargai sesuai fitrahnya, agar Injil – Kabar Baik itu menyapa mereka. sehingga mereka “tertangkap” di dalam terang kasih Kristus, di dalam berkat, di dalam kebenaran Kristus, melalui apa yang kita lakukan. Ketika bertemu dengan orang-orang yang hancur harapannya karena gagal dalam usaha, karena kehilangan orang terkasih, karena broken home, dan terpuruk dalam derita dan sakit, tangkaplah mereka dengan kasih dan kepedulian, dengan sikap yang bersahabat, mau mendengar, mau berempati, sehingga mereka bisa merasakan kasih dan kuasa Kristus yang memancarkan terang pengharapan dalam hidup.

Terkhusus Minggu ini, kita merayakan Hari Literasi GKJ yang ke 3 dan Hari Ulang Tahun ke-74 Yayasan Taman Pustaka Kristen Indonesia. Mari kita maknai Hari Literasi GKJ saat ini dengan semangat untuk berkarya bersama-sama memenuhi panggilan Tuhan, ikut serta dalam Pemberitaan Injil di tengah dunia ini. Kita saling mendukung, melengkapi, memperhatikan dan peduli. Biarlah melalui seluruh karya yang kita lakukan baik secara pribadi maupun sebagai Gereja, juga termasuk karya pelayanan literatur GKJ, khususnya melalui Yayasan Taman Pustaka Kristen Indonesia, Injil – Kabar Baik itu semakin tersebar. Kehadiran kita di tengah dunia ini mampu memancarkan Kristus, Sang Terang. Amin

Media Sosial Kami
https://gkjkronelan.or.id/
https://s.gkjkronelan.or.id/informasi/

By Admin